Cara Mengatasi Laptop Lemot

Cara Mengatasi Laptop Lemot

Laptop tiba-tiba menjadi lemot merupakan hal wajar, dimana semakin lama laptop tersebut digunakan maka performa laptop juga akan semakin menurun.

Tanda-tandanya biasanya berupa proses booting menjadi lambat, loading membuka aplikasi menjadi lama, dan bahkan sering macet saat digunakan.

Jika laptop kamu tiba-tiba menjadi sangat lemot, jangan terburu-buru untuk membawanya ke tempat servis apa lagi mengganti dengan laptop baru.

Karena, masih ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengatasi laptop yang lemot.

Penyebab Laptop Lemot

Sebelum kamu mencari tahu lebih dalam mengenai bagaimana cara mengatasi laptop lemot, tentu kamu harus mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab dari masalah tersebut.

Laptop lemot bisa terjadi karena beberapa hal berikut ini:

  1. Terlalu banyak aplikasi yang berjalan pada startup atau saat pertama kali laptop dihidupkan.
  2. Banyak software yang berjalan di background secara otomatis.
  3. Terlalu banyak membuka aplikasi berat secara bersamaan.
  4. Banyaknya Add-ons yang terpasang di browser.
  5. Membuka tab terlalu banyak.
  6. Sampah tidak pernah dibersihkan.
  7. Laptop terkena virus.
  8. Versi OS terlalu lama.
  9. Sisa kapasitas penyimpanan terlalu sedikit.
  10. Usia hardisk yang sudah tua.
  11. Kapasitas RAM terlalu kecil.
  12. Suhu processor dan VGA terlalu tinggi.

Cara Mengatasi Laptop Lemot

Setelah kamu mengetahui apa penyebab yang membuat laptop kamu menjadi lemot? Mungkin kamu akan langsung paham apa yang harus kamu lakukan.

Namun jika kamu masih bingung, kamu bisa melakukan beberapa cara untuk mengatasi laptop lemot di bawah ini.

1. Restart Laptop

Pertama, kamu wajib mencoba melakukan restart para perangkat laptop tersebut.

Restart berguna untuk menutup semua proses yang sedang terjadi pada laptop kamu.

Saat melakukan restart, laptop kamu juga akan memulai ulang semua file sistem yang bisa membantu mengatasi masalah pada sistem laptop yang membuat laptop menjadi lemot.

Namun dengan catatan, kamu melakukan restart sesuai prosedur yang benar. Jangan melakukan restart laptop secara sembarangan.

Caranya, buka menu Start lalu pilih opsi Power dan selanjutnya klik opsi Restart.

cara-mengatasi-laptop-lemot-windows-10

Atau jika tidak kamu juga bisa mematikan laptop kamu terlebih dahulu dengan menggunakan opsi Shut Down.

Setelah laptop mati, tunggu beberapa saat kemudian hidupkan kembali laptop kamu.

Jika masalah laptop lemot disebabkan file sistem yang berjalan secara tidak normal, maka dengan melakukan restart laptop kamu akan berjalan dengan lancar kembali.

2. Gunakan High Performance Power Plan

Setiap laptop tentu ditenagai oleh baterai sebagai sumber dayanya.

Pada baterai laptop, ternyata terdapat beberapa pengaturan untuk mengatur antara kinerja laptop dan penggunaan baterai.

Setidaknya terdapat 3 pengaturan baterai laptop secara default, yaitu:

  • Power Saver
    Pengaturan ini akan lebih menitik beratkan pada penggunaan baterai. Jadi jika kamu menggunakan pengaturan ini maka baterai laptop akan awet namun kinerja laptop dibatasi.
  • Balanced (default)
    Pengaturan default dari baterai laptop ini akan menyeimbangkan antara kinerja laptop dengan penggunaan baterai.
  • High Performance
    Pengaturan ini akan lebih menitik beratkan pada performa laptop. Jadi jika kamu memilih untuk menggunakan pengaturan ini maka kinerja laptop akan maksimal namun penggunaan baterai akan lebih boros.

Karena disini kamu sedang mencari solusi untuk mengatasi laptop lemot, maka kamu harus menggunakan pengaturan High Performance pada baterai laptop kamu.

Berikut cara melakukannya:

  1. Buka aplikasi Settings lalu pilih System.
  2. Pilih opsi Power & Sleep.
  3. Klik Additional Power Settings di bagian Related settings.cara-mengatasi-laptop-lemot-windows-7
  4. Klik Show additional plans.
  5. Pilih opsi High Performance.cara-mengatasi-laptop-lemot-ctrl-r

Jika kamu tidak menemukan opsi High Performance, maka kamu dapat membuatnya terlebih dahulu.

Caranya pilih opsi Create a power plan yang ada di bilah jendela sebelah kiri, lalu pilih High Performance.

3. Bersihkan Sampah Laptop

Banyaknya file sampah atau temporary files yang menumpuk di laptop ternyata bisa menjadi salah satu penyebab yang membuat kinerja laptop menjadi lambat.

Mungkin kamu sudah sering melakukan pembersihan file sampah di Recycle Bin, atau bahkan selalu mengosongkan Recycle bin.

Dengan begitu kamu beranggapan bahwa sudah tidak ada sampah di penyimpanan laptop kamu. Namun sayang anggapan tersebut tidak benar.

Kenapa demikian? Karena laptop akan menyimpan banyak file temporary yang tersembunyi dan bukan berada di Recycle bin.

Oleh karena itu, kamu harus membersihkan semua sampah di laptop hingga ke akar-akarnya.

Terdapat 2 folder penyimpanan file temporary atau sampah yang ada di laptop kamu. Jadi dengan demikian kamu harus menghapus semua sampah pada folder tersebut.

Untuk melakukannya, pertama buka Run dengan cara menekan Windows + R secara bersamaan. Selanjutnya pada aplikasi Run tulis temp lalu tekan Enter atau OK.

cara-mengatasi-laptop-lemot-temp

Setelah itu akan muncul sebuah folder, hapus semua isi file dan folder yang ada pada folder tersebut.

Belum selesai, kamu masih harus menghapus file temporary yang berada di folder lain.

Caranya sama, buka aplikasi Run lalu ketik %temp% kemudian tekan Enter.

cara-mengatasi-laptop-lambat

Akan muncul sebuah folder pada jendela file explorer. Hapus semua file yang ada pada folder tersebut.

Namun jika kamu menggunakan sistem operasi Windows 10, ada cara yang lebih mudah untuk menghapus semua file sampah pada laptop. Berikut cara melakukannya:

  1. Buka aplikasi Settings. Lalu pilih System.
  2. Pilih opsi Storage dan tunggu hingga proses pemindaian selesai.
  3. Klik pada bagian Temporary Files.cara-mengatasi-laptop-lagging
  4. Cek terlebih dahulu apa saja file yang akan kamu hapus.
  5. Klik Remove Files untuk menghapus sampah tersebut.cara-mengatasi-laptop-yang-lemot

Setelah kamu berhasil menghapus semua sampah yang ada di laptop kamu, setidaknya kini kinerja laptop akan semakin meningkat.

4. Lakukan Disk Defragment

Jika perangkat penyimpanan pada laptop kamu masih menggunakan Hardisk atau HDD, kamu bisa melakukan Disk Defragment untuk mengatasi laptop kamu yang lemot.

Berikut cara melakukannya:

  1. Buka menu Start. Kemudian ketik Defrag.
  2. Buka aplikasi Defragment & Optimize Drive.
  3. Pilih partisi drive yang akan kamu defrag, sebaiknya lakukan defragment semua partisi.
  4. Klik tombol Optimize.cara-mengatasi-laptop-lemot-dengan-defrag
  5. Tunggu hingga proses selesai.

Ulangi langkah-langkah di atas untuk melakukan defragment pada partisi lain hingga semua partisi selesai di defrag.

5. Perhatikan Sisa Kapasitas Penyimpanan

Kapasitas penyimpanan yang terlalu sedikit juga bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kinerja laptop kamu menjadi sangat lambat.

Apalagi jika kapasitas pada partisi C atau System yang tersisa terlalu sedikit.

Karena hal tersebut bisa menghambat kecepatan read and write perangkat hardisk kamu.

Paling tidak berikan ruang kosong sekitar 10 sampai 20 GB pada partisi System.

Tips: Lebih baik simpan semua data pribadi dan aplikasi dengan ukuran besar seperti game di partisi lain untuk mempercepat kinerja laptop kamu.

6. Gunakan Aplikasi Booster

Cara lain untuk mengatasi laptop lemot adalah dengan menggunakan aplikasi booster.

Salah satu aplikasi yang mampu menunjang kinerja laptop kamu menjadi semakin cepat adalah CCleaner.

CCleaner berfungsi untuk menjaga kesehatan perangkat laptop kamu, dimana aplikasi ini bisa digunakan untuk menghapus file sampah dan memperbaiki file registry di laptop.

Selain itu, terdapat juga aplikasi booster lain yang memiliki fungsi berbeda-beda. Seperti Razer Game Booster, Advanced System Optimizer, IObit Advanced SystemCare, dan lainnya.

7. Gunakan Aplikasi yang Sesuai dengan Spesifikasi Laptop

Tips lain untuk meningkatkan kinerja laptop agar semakin cepat yaitu dengan hanya menginstal dan menggunakan aplikasi yang sesuai dengan spesifikasi.

Meski terkadang aplikasi dengan minimal system requirement tertentu masih bisa berjalan di laptop dengan spesifikasi di bawah syarat tersebut, namun ini akan sangat menyiksa kinerja perangkat keras kamu.

Jadi sebaiknya kamu harus memperhatikan aplikasi yang terdapat di laptop kamu, apakah syarat untuk menjalankan aplikasi tersebut bisa dipenuhi oleh spesifikasi laptop kamu atau tidak.

Jika ternyata banyak aplikasi yang memberatkan, sebaiknya jangan gunakan aplikasi tersebut dan uninstall saja dari laptop kamu.

Selain itu, mulai sekarang sebaiknya kamu harus memperhatikan benar-benar minimal system requirement pada suatu aplikasi sebelum menginstall dan menggunakan aplikasi tersebut.

8. Gunakan Aplikasi Versi Lama

Jika aplikasi tertentu terasa berat saat dijalankan di laptop kamu namun kamu sangat membutuhkan aplikasi tersebut, maka solusinya adalah dengan menggunakan aplikasi versi lama.

Hal ini sering terjadi pada aplikasi pengolah visual, seperti aplikasi edit foto, aplikasi edit foto, dan aplikasi 3D maker.

Contoh kasusnya adalah, jika laptop kamu terasa lemot saat sedang menjalankan Adobe Photoshop 2020 itu berarti perangkat keras laptop kamu merasa keberatan saat menjalankan aplikasi tersebut.

Solusinya adalah dengan menghapus aplikasi Adobe Photoshop 2020 dan menggantinya dengan aplikasi Photoshop versi lama, seperti CS6 atau yang lainnya.

Karena pasti aplikasi yang sama dengan versi yaang lebih lama akan memiliki system requirements yang lebih rendah.

9. Atur Startup Apps

Meski kamu akan merasa sangat terbantu dengan fitur startup ini, dimana kamu tidak perlu membuka aplikasi tertentu yang sudah terbuka secara otomatis di startup.

Namun, banyaknya aplikasi Startup juga sangat memberatkan kinerja laptop kamu pada saat pertama kali laptop tersebut dihidupkan.

Oleh karena itu, kamu harus mengatur secara manual mana aplikasi yang memang harus berjalan saat startup dan mana aplikasi yang tidak harus berjalan di startup.

Untuk mengatur aplikasi startup kamu bisa melakukannya melalui Task Manager.

Berikut caranya:

  1. Buka Task Manager dengan menekan tombol Ctrl + Shift + Esc secara bersamaan.
  2. Setelah aplikasi tersebut terbuka, pilih tab Startup.cara-mengatasi-laptop-lemot-asus
  3. Akan muncul semua aplikasi yang berjalan di Startup.
  4. Klik kanan pada aplikasi yang tidak kamu izinkan untuk berjalan di Startup, lalu pilih Disable.

Ulangi semua langkah-langkah tersebut hingga kamu selesai dalam mengatur aplikasi apa saja yang boleh berjalan saat Startup dan yang tidak.

Jika kamu menggunakan Windows 10, maka kamu bisa menggunakan cara lain untuk mengatur Startup Apps. Dimana pengaturan yang ditampilkan lebih lengkap dari yang ada di Task Manager.

Berikut cara mengatur Startup Apps di Windows 10:

  1. Buka menu Start lalu ketik Startup Apps, buka aplikasi tersebut.
  2. Setelah muncul, disana kamu bisa melihat daftar aplikasi yang berjalan di Startup.cara-mengatasi-laptop-lemot-windows-8
  3. Ubah posisi toggle menjadi Off untuk mematikan aplikasi tersebut dari Startup.

10. Atur Background Apps

Selain aplikasi yang berjalan di Startup, ternyata aplikasi yang berjalan di background atau latar belakang juga cukup memberatkan kinerja laptop.

Oleh karena itu, kamu harus memperhatikan aplikasi apa saja yang bisa berjalan di background dan yang tidak.

Karena semakin banyaknya aplikasi yang berjalan di latar belakang tentu akan semakin membuat laptop kamu berjalan dengan lambat.

Berikut cara mengatur background apps:

  1. Buka menu Start lalu ketik Background Apps.
  2. Setelah terbuka, kamu bisa melihat aplikasi apa saja yang berjalan di latar belakang.cara-mengatasi-laptop-lemot-lenovo
  3. Atur Background Apps pada laptop kamu.
  4. Ubah posisi toggle menjadi Off untuk mematikan aplikasi tersebut agar tidak berjalan di latar belakang.

Namun untuk melakukannya kamu juga harus berhati-hati, jangan sampai kamu salah mematikan aplikasi.

Karena jika kamu salah mematikan aplikasi, itu bisa mengganggu kestabilan laptop kamu.

Misalnya saja jika kamu mematikan Background Apps pada aplikasi antivirus, dengan begitu maka antivirus tidak akan bisa berjalan di latar belakang, yang mana sangat beresiko untuk keamanan laptop kamu.

11. Hapus Aplikasi yang Tidak Dibutuhkan

Selain memakan kapasitas penyimpanan, aplikasi yang tidak digunakan juga bisa memberatkan kinerja dari laptop kamu.

Apalagi aplikasi tersebut memiliki ukuran yang sangat besar.

Jadi sebaiknya hapus aplikasi yang sudah tidak kamu gunakan, termasuk juga game yang sudah tidak kamu mainkan lagi.

Jika kamu belum mengetahui bagaimana cara uninstall aplikasi, berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka Control Panel, kemudian pilih Uninstall a program.
  2. Pada jendela baru yang muncul, pilih aplikasi yang akan kamu hapus.cara-mengatasi-laptop-lemot-acer
  3. Klik kanan pada aplikasi tersebut lalu pilih Uninstall / Change.
  4. Lakukan proses uninstall sesuai dengan perintah yang muncul.

Sekadar info, cara di atas memang langkah untuk menghapus aplikasi. Namun, terkadang ada saja aplikasi yang tidak bisa dihapus dengan fitur bawaan Microsoft tersebut.

Seperti contoh Chromium, pada beberapa laptop tidak bisa dihapus secara langsung. Jika kamu juga mengalaminya, silahkan baca cara menghapus Chromium sampai bersih.

12. Lakukan Full Scan Antivirus

Laptop yang lemot secara tiba-tiba padahal memiliki spesifikasi yang cukup tinggi, biasanya disebabkan oleh adanya virus yang menyerang.

Meski kamu sudah memasang antivirus di laptop kamu, namun tidak menutup kemungkan bahwa laptop tersebut terkena virus, malware, adware, atau ransomware.

Oleh karena itu, kamu harus melakukan full scan atau pemindaian virus secara menyeluruh di laptop kamu.

Kamu bebas menggunakan aplikasi antivirus apa saja, yang pasti sebaiknya gunakan antivirus dengan database paling up to date.

Karena bisa saja virus yang menyerang laptop kamu merupakan virus dengan jenis baru yang mana jika kamu menggunakan antivirus yang tidak pernah di update maka antivirus kamu tidak akan mengenali virus tersebut.

13. Gunakan Cooling Pad

Solusi lain untuk mengatasi laptop kamu yang tiba-tiba lemot adalah dengan menambahkan aksesoris laptop berupa cooling pad atau pendingin jenis lain.

Karena buka tidak mungkin laptop kamu menjadi lemot karena disebabkan oleh meningkatnya suhu perangkat keras laptop kamu.

Dengan begitu cooling pad akan berperan penting untuk menjaga suhu laptop agar tidak terlalu panas.

Apalagi jika kamu menggunakan laptop tersebut untuk bermain game yang cukup berat dan menguras kinerja laptop. Maka kamu tentu wajib untuk menggunakan cooling pad.

14. Lakukan Update Sistem Operasi

Sistem operasi dengan versi lama juga bisa menyebabkan laptop kamu berjalan dengan lambat.

Hal tersebut dikarenakan, mungkin saja terdapat file sistem yang mengalami masalah atau bug.

Oleh karena itu, kamu harus selalu melakukan update sistem operasi yang kamu gunakan ke versi yang paling baru.

Selain itu, jika kamu masih menggunakan sistem operasi Windows 7 sebaiknya segera update sistem operasi yang kamu gunakan ke Windows 10 terbaru.

Kenapa demikian, karena ternyata Microsoft telah menghentikan dukungan terhadap sistem operasi Windows 7 terhitung sejak Januari 2020.

Memang apa masalahnya jika Microsoft sudah menghentikan dukungan terhadap Windows 7?

Dengan begitu, maka pengguna Windows 7 tidak akan mendapatkan support apapun dari Windows yang bisa mengakibatkan kestabilan kinerja laptop menjadi menurun.

Namun jika kamu sudah menggunakan Windows paling baru yaitu Windows 10, kamu jangan merasa bahwa sistem operasi yang kamu gunakan sudah paling baru.

Karena Microsoft akan selalu melakukan update pada Windows 10 secara rutin, jadi kamu juga harus melakukan update terhadap Windows 10 kamu.

Hal ini juga berlaku jika kamu menggunakan laptop Mac.

15. Lakukan Update Driver

Selain mengupdate sistem operasi, kamu juga harus melakukan update terhadap driver yang ada di laptop kamu.

Karena driver dengan versi lama bisa membuat kinerja laptop tidak maksimal yang ujung-ujungnya malah membuat laptop semakin lemot.

Khususnya pada driver VGA, jadi kamu harus selalu menjaga driver VGA yang kamu agar tetap menggunakan driver dengan versi paling baru.

16. Mengganti Thermal Paste

Thermal Paste atau yang juga disebut sebagai pasta merupakan sebuah komponen seperti pasta gigi yang berfungsi untuk menjaga suhu processor dan VGA tetap dingin.

Dimana pasta pada laptop harus rutin diganti setidaknya dalam kurun waktu 1 tahun sekali atau disaat suhu processor dan VGA sudah terlalu tinggi (melebihi batas wajar) yaitu di atas 45 derajat celsius.

Dengan suhu yang tetap terjaga, maka kinerja laptop akan tetap stabil dan tidak lambat.

Untuk menggantinya, kamu bisa melakukan sendiri dengan membongkar laptop dan melepas bagian kipas pendingin yang ada di CPU dan VGA (jika ada).

Setelah itu bersihkan thermal paste lama yang menempel menggunakan tisu hingga bersih.

Jika sudah, aplikasikan thermal paste baru secara merata (jangan terlalu tebal dan jangan terlalu tipis).

Terakhir pasang kembali kipas pendingin tersebut lalu rakit kembali laptop seperti semula.

Thermal paste bisa kamu dapatkan dengan membelinya di toko komputer terdekat, harganya juga bervariasi tergantung dengan kualitas thermal paste tersebut.

Sebaiknya gunakan thermal paste dengan kualitas yang lumayan bagus.

Namun jika kamu tidak berani mengganti thermal paste sendiri, kamu bisa menggantinya dengan membawa laptop ke toko komputer yang melayani servis.

Untuk biayanya sendiri berkisar Rp50.000 + Rp100.000 (biasanya termasuk dengan membersihkan perangkat keras laptop)

17. Melakukan Pembersihan Hardware Laptop

Selain dari segi software dan sistem, kamu juga harus memperhatikan dari segi hardware atau perangkat keras laptop.

Dimana kamu harus secara rutin membersihkan perangkat keras laptop kamu, setidaknya 1 tahun sekali.

Karena semakin lama laptop digunakan, maka debu dan kotoran semakin bertambah banyak.

Solusinya yaitu membongkar laptop kamu kemudian bersihkan debu dan kotoran yang menempel di perangkat keras laptop kamu. Terutama pada bagian kipas.

Jika kamu tidak berani membongkar laptop kamu sendiri, maka kamu bisa membawanya ke tempat service laptop.

Biaya yang diperlukan mungkin hanya sekitar Rp25.000 – Rp50.000 untuk membersihkan perangkat keras laptop. Biasanya sudah termasuk penggantian thermal paste.

18. Mengganti Harddisk ke SSD

Tanpa kamu sadari, ternyata salah satu penyebab laptop kamu lemot adalah karena masih menggunakan penyimpanan berupa hard disk atau HDD.

Ya, laptop keluaran 3 tahun kebelakang memang masih banyak yang menggunakan hard disk sebagai tempat penyimpanan.

Tapi ternyata rata-rata kecepatan membaca dan menulis hardisk adalah 60 MB/s.

Sedangkan untuk kecepatan membaca dan menulis SSD adalah 550 MB/s. Sangat jauh bukan perbedaannya?

Jadi dengan mengganti HDD ke SSD tentu akan membuat laptop kamu bekerja semakin cepat dan tidak lemot lagi.

Walaupun harga SSD terbilang cukup tinggi, tapi kualitas yang akan kamu dapatkan tentu akan sebanding dengan harganya.

Jadi tunggu apa lagi? Jika laptop kamu masih menggunakan HDD maka segera ganti dengan SSD.

19. Menambah Kapasitas RAM

Kapasitas RAM juga sangat berpengaruh terhadap kecepatan kinerja laptop.

Walaupun pada kenyataannya setiap komponen hardware memiliki peran yang sama yaitu meningkatkan kinerja dari laptop.

Tapi tidak mungkin bukan untuk mengganti komponen seperti CPU dan GPU? Jadi yang bisa kamu lakukan selain mengganti HDD ke SSD adalah dengan mengupgrade kapasitas RAM.

Namun sebelum mengupgrade kapasitas RAM, tentu kamu harus mengetahui terlebih dahulu apa jenis RAM yang digunakan pada laptop kamu.

Selain itu pastikan masih terdapat slot RAM eksternal pada laptop tersebut.

20. Install Ulang Sistem Operasi

Laptop yang lemot juga sering disebabkan karena adanya masalah pada file sistem operasi yang kamu gunakan.

Oleh karena itu, kamu harus melakukan install ulang sistem operasi yang ada pada laptop kamu.

Namun sebelum melakukannya, kamu harus memastikan bahwa masalah laptop lemot tersebut memang benar disebabkan oleh file sistem operasi.

Karena jika tidak, install ulang yang telah kamu lakukan akan sia-sia.

Jika memang benar masalah tersebut karena sistem operasi, maka kamu bisa melakukan install ulang.

Namun sebelum melakukannya, backup terlebih dahulu semua data yang ada di partisi System (C) agar tidak hilang.

Agar tidak salah langkah saat install ulang sistem operasi, kamu bisa membaca panduan lengkap dari komputizen.com yang sudah membahas secara lengkap cara install Windows 7, Windows 8, Windows 10, bahkan Windows 11.

Itulah beberapa cara mengatasi laptop lemot yang bisa kamu coba. Jangan lupa untuk selalu merawat laptop dengan baik agar bisa tahan lama dan bekerja dengan maksimal.

Tinggalkan Balasan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *