cara merawat anak kucing agar sehat

Cara Merawat Anak Kucing

Dibandingkan dengan mengurus hewan peliharaan yang sudah dewasa, cara merawat anak kucing sedikit lebih rumit dan membutuhkan perhatian khusus.

Anak kucing kecil bisa didapatkan dari mana saja. Ia bisa lahir dari kucing peliharaan Anda, diadopsi, atau dipungut agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik. 

Tak perlu khawatir berlebihan melihat tubuh anak kucing yang terlihat lemah dan ringkih. Beberapa tips yang dikutip dari meong.info berikut ini dapat Anda praktikkan untuk membuatnya tumbuh sehat.

Merawat Anak Kucing Berinduk

cara merawat anak kucing

Anda perlu tahu bahwa cara merawat anak kucing tidaklah sama, tergantung apakah ia memiliki induk atau tidak. 

Merawat anak kucing yang berinduk tentu lebih mudah karena ia mendapatkan air susu dari induknya dan dapat tumbuh sehat karenanya. 

Namun, tetap perhatikan beberapa hal ini ketika Anda merawat anak kucing yang memiliki induk. 

1. Mendekatkan Anak dengan Induk

Layaknya mamalia lain, anak kucing berinduk membutuhkan induknya, terutama jika ia berusia di bawah tiga minggu.

Induk kucing akan menghangatkan anaknya dengan baik dan memberinya air susu. Untuk mendukung proses ini, siapkan tempat tidur yang lebih besar agar mereka merasa nyaman.

Selain itu, buatlah suasana yang menyenangkan bagi induk dan anak kucing supaya proses menyusui menjadi lebih mudah.

2. Lap Kucing dengan Air Hangat

Berbeda dengan kucing dewasa, sebaiknya bayi kucing tidak dimandikan langsung dengan menggunakan air karena tubuhnya masih terlalu lemah dan bulunya tipis.

Agar kucing tidak mengalami iritasi ataupun hipotermia, gunakan lap dan air hangat untuk membersihkan kotoran di area tubuhnya.

Pegang tubuh anak kucing pelan-pelan, jangan mencengkeramnya terlalu keras. Lalu, usapkan lap yang sudah dibasuh dengan air hangat ke tubuh kucing. 

Hindari penggunaan sabun yang tidak diperuntukkan bagi hewan.

3. Membersihkan Rumah dengan Baik

Anak kucing sangat rentan terhadap serangan kutu dan penyakit kulit akibat debu lantaran lapisan kulitnya masih terlalu tipis dan bulunya belum tumbuh sepenuhnya.

Jangan anggap remeh karena debu dan kutu dapat membahayakan nyawa anak kucing. 

Karena itulah, rutin membersihkan rumah juga menjadi salah satu cara merawat anak kucing yang sangat penting untuk dilakukan. 

Rumah yang bersih akan menjadi tempat tumbuh yang sehat dan aman bagi hewan mungil kesayangan Anda tersebut.

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

cara merawat anak kucing tanpa induk

Merawat anak kucing yang tidak lagi memiliki induk merupakan sebuah perbuatan yang mulia, tetapi memiliki tantangan tersendiri. 

Lalu, bagaimana cara merawat anak kucing yang ditinggalkan induknya?  Simak langkah-langkahnya berikut ini.

1. Membeli Susu Khusus Kucing

Jika merawat anak kucing berinduk, Anda tentu tidak perlu pusing memikirkan susu karena ia mendapatkan susu langsung dari induknya. 

Namun, bagaimana jika Anda mengadopsi atau memungut anak kucing yang telantar tanpa induknya? 

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah membeli susu khusus kucing yang biasanya tersedia di berbagai klinik hewan, toko hewan piaraan (pet shop), maupun toko-toko daring.

2. Membeli Dot Khusus Kucing

Dot khusus untuk anak kucing memiliki bentuk yang kecil sehingga sedikit sulit dibersihkan. Inilah salah satu tantangan cara merawat kucing yang tidak memiliki induk. 

Untuk mencuci dot ini, Anda membutuhkan bantuan sikat khusus. Alat ini biasa digunakan untuk membersihkan dot bayi dan diameternya kecil sehingga dapat menjangkau sela-sela dot.

3. Memastikan Anak Kucing Selalu Hangat

Pada malam hari, anak kucing mendapatkan kehangatan dari perut sang ibu. Namun, jika anak kucing tak memiliki induk, Anda harus memberikan sumber kehangatan lain.

Selimut dapat menjadi solusi bagi anak kucing tak berinduk agar ia tetap hangat. Pilihlah selimut yang sesuai dengan suhu rumah Anda.

Apabila rumah Anda berlokasi di daerah dataran rendah dan tanpa pendingin ruangan, berikan selimut yang agak tipis.

Sementara itu, apabila rumah Anda berada di lokasi dataran tinggi yang udaranya cukup dingin, terutama pada malam hari, jangan lupa untuk membeli selimut yang tebal.

Dengan begitu, anak kucing tidak akan menggigil kedinginan.

4. Menyesuaikan Suhu Pendingin Ruangan

Apabila Anda menyediakan pendingin di ruangan untuk kucing, sesuaikanlah suhunya ketika malam tiba agar kucing tidak kedinginan.

Posisikan tempat tidur untuk anak kucing jauh dari pendingin ruangan sehingga ia tidak akan masuk angin.

Hal-Hal yang Harus Dihindari Ketika Merawat Anak Kucing

cara merawat bayi kucing

Anak kucing cenderung lebih sensitif ketimbang kucing dewasa. Oleh karena itu, cara merawat anak kucing harus dilakukan dengan lebih cermat dengan menghindari hal-hal berikut ini.

1. Sabun yang Keras

Anak kucing rentan mengalami iritasi apabila diberi sabun dengan formula yang keras. 

Untuk menghindari hal tersebut, gunakanlah sabun khusus kucing, terlebih jika anak kucing memiliki bulu dan kulit yang sensitif.

Konsultasikan hal ini kepada dokter hewan untuk mendapatkan rekomendasi sabun anak kucing yang paling baik.

2. Rumah yang Berdebu

Debu adalah sumber utama bagi berbagai penyakit kucing, mulai dari penyakit pernapasan, diare, sampai dengan iritasi kulit.

Bersihkan rumah setiap hari dan lakukan pembersihan besar-besaran seminggu sekali. Pastikan tidak ada debu yang menumpuk di ruangan tempat anak kucing Anda berada.

3. Mengecek Kutu

Seperti hewan berbulu pada umumnya, tubuh kucing adalah tempat favorit kutu. 

Kutu tidak hanya membuat kucing menjadi gatal, tetapi juga merontokkan bulu dan berpotensi menyebabkan anemia.

Itulah sebabnya, mengecek keberadaan kutu juga menjadi cara merawat anak kucing yang tidak boleh diabaikan. 

Periksalah apakah kutu hinggap di tubuh anak kucing dengan sisir khusus. Jika terdapat kutu, gunakan sampo khusus dan obat kutu.

Apabila masalah kutu sudah terlalu pelik dan menyebabkan penyakit lain, seperti anemia, segera bawa anak kucing ke dokter hewan terdekat. 

Jika tidak ditangani dengan baik, anemia pada anak kucing bisa menyebabkan kematian.

Nah, bagaimana, ternyata cara merawat anak kucing tidak terlalu rumit, bukan? 

Yang utama, Anda harus selalu menjaga kebersihan, memberikan gizi yang cukup, dan menjaga anak kucing agar tetap hangat untuk mengoptimalkan pertumbuhannya.

Tinggalkan Balasan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *