Majas Sinekdoke

Majas Sinekdoke

Pernahkah kamu mendengar seseorang mengucapkan majas sinekdoke? Pastinya pernah kan? Hanya saja kita tidak menyadarinya. Lalu seperti apa sih majas sinekdoke itu? Yuk simak ulasannya dibawah ini.

Pengertian Majas Sinekdoke

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sinekdoke merupakan majas pertautan yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya.

Majas ini termasuk dalam kategori majas perbandingan, sama seperti majas metafora dan majas metonimia.

Jenis Majas Sinekdoke

Ada 2 jenis majas sinekdoke, yaitu sinekdoke pars pro toto dan sinekdoke totem pro parte. Berikut penjelasannya.

1. Pars Pro Toto

Sinekdoke pars pro toto adalah majas yang menyebutkan sebagian namun untuk seluruhnya. Dapat juga diartikan sebagai ungkapan yang menyebutkan sebagian untuk mewakili keseluruhan.

Contohnya : “Ayah membeli seekor ayam untuk dimasak nanti sore.

Kata “seekor” pada kalimat diatas tidak hanya merujuk pada ekor ayam saja, melainkan pada seluruh tubuh ayam seperti kepala, kaki, ekor, sayap dan bagian tubuh lainnya.

2. Totem Pro Parte

Sinekdoke totem pro parte adalah kebalikan dari jenis majas sebelumnya. Jadi, sinekdoke totem pro parte adalah majas yang menyebutkan keseluruhan namun untuk sebagian. bisa juga diartikan sebagai ungkapan yang menyebutkan keseluruhan untuk mewakili sebagian.

Misalnya : “Indonesia berhasil mendapatkan medali emas pada cabang perlombaan renang.

Kata “Indonesia” pada kalimat diatas tidak merujuk ke seluruh negara Indonesia, namun hanya kepada atlet Indonesia yang meraih medali emas pada perlombaan renang.

Contoh Majas Sinekdoke

Bagaimana, apakah kamu sudah paham mengenai majas sinekdoke? Jika belum, berikut kami berikan beberapa contohnya lagi :

Contoh Sinekdoke Pars Pro Toto

  1. Pak Tono memelihara 15 ekor sapi.
  2. Paman pergi ke pasar untuk membeli seekor burung.
  3. Ayah bekerja sampai larut malam untuk mencari sesuap nasi.
  4. Pak Yusuf dan keluarganya harus angkat kaki dari tanah pemerintah yang sudah didiami selama sepuluh tahun.
  5. Untuk masuk wahana bermain di bandung, per kepala harus membayar Rp 115.000.
  6. Dinda belum juga menampakan batang hidungnya sejak kemarin pagi.
  7. Paras cantik Puspa telah mencuri hatiku.
  8. Hingga detik ini batang hidung Amel belum juga kelihatan.
  9. Untuk masuk ke bioskop itu, per kepala harus membayar tiket sebesar Rp. 60.000.
  10. Adik menangis karena tidak jadi dibelikan seekor kucing jantan.
  11. Biaya masuk wahana baru di Ancol sebesar Rp 25.000 per kepala.

Contoh Sinekdoke Totem Pro Parte

  1. SMP Negeri 1 Jatijajar berhasil menjadi juara 1 dalam perlombaan bola voli tingkat kabupaten.
  2. Indonesia berhasil meraih medali emas pada cabang perlombaan lompat jauh.
  3. Bali memiliki wisata pantai yang sangat menarik.
  4. RCTI mengadakan konser besar di Bandung.
  5. Desa Pasiraman memberikan bantuan kepada korban tanah longsor di desa sebelah.
  6. Desa Banjaranyar mengadakan karnaval kemerdekaan pada hari minggu besok.
  7. RCTI mengadakan audisi Indonesian Idol.
  8. Real Madrid mencetak gol kemenangannya pada menit ke 90.
  9. Warga Wanareja sangat rama ke pendatang baru.
  10. Kejuaraan lomba cerdas cermat dimenangkan oleh SMA Negeri 1 Banjar di tingkat Provinsi.
  11. Real Madrid berhasil mengalahkan Barcelona pada pertandingan kualifikasi.
  12. Kepolisian Indonesia berhasil menangkap begal di pasar Bumiayu.

Itulah ulasan ringkas mengenai majas sinekdoke. Bagaimana, sudah paham kan? Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Tinggalkan Balasan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.