Mengapa Anak Kucing Memiliki Warna Yang Berbeda Dari Induknya

Mengapa Anak Kucing Memiliki Warna yang Berbeda dari Induknya?

Memprediksi warna bulu kitten itu susah-susah gampang, apalagi kalau kamu punya kucing domestic yang entah kawin dengan kucing apa. Kenapa? Karena warna bulu kitten sering kali berbeda dengan induknya. Namun, bagaimana itu bisa terjadi?

Dari informasi yang saya dapatkan, ada 2 alasan, yaitu gen dan heteropaternal superfecundation. Gen pada kucing mempengaruhi warna dasar (base color) di kromosom. Sedangkan heteropaternal superfecundation terjadi karena sperma kucing jantan membuahi sel telur yang berbeda dari induk yang sama. Karena itu pula, kucing betina yang kawin dengan lebih dari 1 kucing jantan memiliki kitten dengan warna yang berbeda-beda.

Biar nggak penasaran, berikut penjelasan mengapa anak kucing memiliki warna yang berbeda dari induknya yang saya kutip dari goldenmaze.net.

Kucing Domestic Memiliki Warna yang Bervariasi

Sebelum kamu tahu lebih lanjut, kamu perlu tahu fakta unik yang saya temukan. Menurut sejarah, kucing domestik punya nenek moyang yang sama, yaitu kucing liar Afrika.

Dahulu, kucing hidup di alam bebas sehingga memiliki variasi bulu yang hampir sama, yaitu loreng atau bintik seperti macan tutul. Tentunya dengan corak bulu seperti itu, kucing akan lebih mudah untuk berkamuflase. Dengan begitu, kucing bisa menangkap mangsa dan menghindari musuh/pemburu.

Tidak percaya?

Coba kamu perhatikan kucing liar yang ada di alam bebas dan bandingkan antara induknya dengan anaknya! Contoh berikut saya ambil dari hasil penelusuran di Google tentang kucing liar.

Jenis black footed cat, salah satu kucing liar yang ditemukan di Afrika.

Hampir sama, bukan? Bahkan, kamu akan kesulitan untuk membedakan antara anakan yang satu dengan yang lainnya karena coraknya yang mirip.

Lalu, kenapa sekarang bisa berbeda?

Menurut informasi yang saya dapat di Cats.org.uk, sekitar 4000-2000 SM di Mesir Kuno, sudah banyak ditemukan kucing domestik. Semenjak itu, kamuflase bukanlah hal yang terlalu penting seperti di alam liar.

Pattern dan warna pun mulai bervariasi. Apalagi banyak breeder yang selektif memilih kucing dan melakukan perkawinan untuk mendapatkan kucing yang diinginkan.

Hasilnya seperti yang kamu lihat saat ini. Warna dan corak bulu kucing menjadi semakin bervariasi dan berbeda dengan induknya.

Gen dan Warna Dasar pada Bulu Kucing

Salah satu faktor yang mempengaruhi warna kitten sehingga berbeda dari induknya adalah gen. Gen merupakan materi genetik dari DNA yang ada pada kromosom. Gen inilah yang menjadi unit dasar pewarisan genetik dari induk ke keturunannya.

Ilustrasi gen pada genetik kucing

Gen sendiri ada 2 jenis, yaitu gen dominan dan gen resesif. Gen dominan inilah yang akan memberikan pengaruh yang lebih dominan.

Misalnya, kucing hitam dengan gen resesif biru kawin dengan kucing dengan resesif biru. Ada beberapa kemungkinan, di antaranya:

  • Jika anak mewarisi warna hitam sebagai dominan, maka kitten berwarna hitam.
  • Jika mewarisi gen dominan hitam dan gen resesif biru, maka hasilnya adalah hitam.
  • Jika mewarisi kedua gen resesif biru, maka hasilnya adalah biru.

Pada kucing, gen yang dimiliki akan berpengaruh pada sifat dan penampilan kucing. Misalnya, warna bulu, warna mata dan panjang bulunya.

Warna bulu pada kucing itu sendiri pada dasarnya adalah hitam (eumelanin) dan merah (pheomelanin). Bagaimana dengan warna putih? Putih tidak termasuk karena tergolong kekurangan warna.

Setelah adanya gen mutasi dan modifikasi gen, dari 2 warna dasar, merah dan hitam, diperoleh warna lain. Misalnya, krem, biru, karamel, putih, albino.

Kawin dengan Lebih dari 1 Toms Membuat Warna Kitten Lebih Bervariasi

Bagaimana dengan anak kucing yang warnanya berbeda-beda walaupun dari 1 indukan? Hal tersebut terjadi karena induk kawin dengan lebih dari 1 pejantan.

Dalam dunia medis sendiri, ada istilah yang dikenal dengan nama heteropaternal superfecundation. Kondisi tersebut terjadi ketika sperma dari 2 jantan membuahi 2 sel telur dari betina yang sama. Hal tersebut juga terjadi pada kucing betina.

Seperti yang kamu tahu, kucing betina bisa kawin lebih dari 2 jantan. Jadi, jangan heran kalau sekali beranak, kucing bisa memiliki 2-6 anak dengan warna yang berbeda-beda.

Jika hal tersebut terjadi, bagaimana dengan warnanya?

Warna pada kitten yang disebabkan karena heteropaternal superfecundation terbilang cukup tricky.

Kenapa? Karena ada kombinasi gen induk dan beberapa kucing jantan (toms). Terlebih lagi, ketika kamu tidak tahu pejantan mana yang sudah kawin dengan kucing betina milik kamu.

Akibatnya, kamu tidak bisa tahu dengan pasti warna apa saja yang akan ada pada kitten. Kecuali, jika sudah tahu kucing jantan yang dikawinkan dengan kucing betina atau kucing jantan punya warna yang hampir sama.

Sebagian Besar Kucing Oranye Adalah Jantan

Kamu pernah mengamati tidak, kalau kucing oranye/oren/ginger umumnya adalah pejantan? Jika pun ada yang betina, biasanya memiliki muka seperti pejantan.

Perbandingan kucing jantan dan betina dengan warna oranye adalah 3:1.

For your information, warna oranye ini sebenarnya disebabkan karena 2 hal:

  • Mutasi gen kromosom X.
  • Kucing betina punya 2 kromosom X.

Pada kromosom X terdapat gen oranye yang disebut dengan O. O adalah gen dominan sedangkan o adalah gen resesif.

Lalu, bagaimana bisa jantan? Karena kucing jantan punya 1 kromosom X dan 1 kromosom Y. kromosom Y ini sendiri tidak mempengaruhi warna pada bulu kucing. Alhasil, ketika kucing mengalami 1 mutasi gen O, maka hasilnya adalah kucing berwarna oranye.

Jika kucing menuruni Oo dan jantan, maka hasilnya adalah kitten berwarna hitam atau orange. Sedangkan jika menuruni gen oo maka hasilnya adalah kitten dengan warna hitam, oranye atau tortoiseshell.

Hampir Semua Tortoiseshell dan Calico Adalah Betina

Kucing tortoiseshell dan kucing calico

Tortoiseshell dan calico? Apa itu?

Tortoiseshell merupakan warna atau corak dari gabungan 2 warna solid (merah dan hitam) dengan batasan yang tidak jelas. Kucing saya termasuk jenis kucing tortie dan hampir semua kucing tortie adalah betina.

Sedangkan kucing calico disebut juga kucing kembang telon atau tiga warna. Hampir sama seperti kucing tortie, sebagian besar kucing calico adalah betina.

Agar kamu tidak bingung, saya akan mencoba membahas satu per satu ya.

Kucing tortie menuruni kedua gen O dan o. O (kapital) adalah gen dominan yang menghasilkan warna oren sedangkan o (huruf kecil) mewakili gen resesif. Gen resesif bisa menghasilkan warna hitam, oren dan tortie.

Artinya, mutasi warna menjadi tortie, membutuhkan 1 kromosom X untuk warna oren dan sisanya kromosom X untuk warna lain.

Ilustrasi pewarisan sifat genetik kucing pada kucing tortoiseshell dan calico.

Lalu, kenapa sangat jarang ditemukan kucing jantan dengan corak tortoiseshell? Karena, jantan memiliki kromosom XY. Artinya, jika ingin mendapatkan corak tortie, butuh 2 kromosom X dan 1 kromosom Y dan ini sangat jarang ditemukan.

Hal yang sama terjadi pula pada kucing calico. Bedanya dengan kucing tortie hanyalah batas warna yang jelas pada bulunya.

Kucing tortie memiliki batasan warna yang tidak jelas bahkan terlihat saling bercampur. Sedangkan kucing calico memiliki batasan warna bulu yang jelas.

Lalu, apakah warna kucing tortie hanya coklat (oren)-hitam dan calico punya kombinasi bulu coklat-hitam-putih? Pada umumnya iya. Walaupun tidak jarang, kamu akan menemukan kucing calico dengan warna berbeda, seperti kombinasi coklat-abu-karamel karena mutasi.

Teori kombinasi warna pada kemunculan warna bulu anak kucing yang berbeda.

Semua Kucing adalah Kucing Tabi

Pada dasarnya semua kucing adalah kucing tabi (tabby). Kucing tabi merupakan kucing domestic dengan warna belang atau garis seperti harimau. Jadi, tabi itu sendiri lebih mengacu pada corak garis loreng pada bulu kucing.

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas kalau di alam liar, kucing memiliki corak yang sama untuk kamuflase. Corak semakin beragam seiring dengan banyaknya kucing yang menjadi kucing domestik.

Jadi, kalau kucing kamu tiba-tiba ada corak tabi, berarti ada keturunan dari kucing sebelumnya. Walaupun begitu, corak tabi bisa memudar seiring dengan dewasanya kucing.

Mayoritas, Kucing Putih itu Tuli

Kalau kitten kamu memiliki warna putih bersih atau mayoritas putih, maka kamu perlu waspada. Kenapa? Karena, mayoritas kucing putih memiliki gangguan pendengaran.

Kucing putih memiliki gen dominan autosom yang disebut dengan W. Gen inilah yang membuat kucing memiliki warna bulu putih, mata biru dan gangguan pendengaran.

Walaupun begitu, tidak semua kucing putih itu tuli karena gangguan pendengaran bisa diakibatkan banyak faktor. Jadi, kamu tidak perlu terlalu khawatir.  

Jadi, sudah tahu ya kenapa kitten punya warna berbeda dari induknya dan beberapa fakta unik seputar gen pada kucing. Kalau kamu ingin menambahkan informasi agar artikelnya semakin lengkap, jangan ragu untuk ikut berkomentar ya. 

Tinggalkan Balasan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *