Motor 2 Tak Suzuki

Motor 2 Tak Suzuki

Medio 1990 hingga 2000an, Suzuki dikenal sebagai salah satu produsen motor 2 tak terbaik di Indonesia. Beberapa sepeda motor yang dilepas di pasaran mampu bersaing ketat dengan produk kompetitor saat itu.

Bahkan, beberapa jenis sepeda motor 2 tak Suzuki mulai dari jenis bebek, trail hingga sport menjadi primadona saat itu dan masih diburu oleh para kolektor dan pencinta motor 2 tak. Motor apa saja? Simak ulasan kami mengenai motor 2 tak Suzuki yang legendaris di Indonesia di bawah ini.

Suzuki RC Series

Motor 2 Tak Suzuki

Suzuki RC series merupakan motor 2 tak pertama Suzuki di Indonesia, diawali dengan model RC 80 yang dirilis pada tahun 1982. Saat itu Suzuki RC 80 dirancang untuk melawan dominasi Yamaha V80. 

Suzuki RC 80 memiliki keunggulan dari power mesin yang lebih besar dibandingkan kompetitor, mekanisme pergantian gigi yang lebih halus serta stabilitas berkendara yang lebih baik dibandingkan kompetitor mereka saat itu. 

Mesin Suzuki RC80 telah dilengkapi dengan teknologi Jet Cooled, teknologi ini merupakan sistem pendinginan piston dengan cara menyemprotkan oli pada bagian bawah dengan tujuan menurun temperator ruang pembakaran.

Memasuki tahun 1986, Suzuki memperkenalkan generasi kedua dari RC Series yakni RC 100. Motor ini mendapatkan peningkatan kapasitas mesin menjadi 100 cc dengan tetap menggunakan basis mesin yang sama dengan RC 80. 

Kemudian ada Suzuki RC 100 Sprinter yang diluncurkan pada 1988 dan merupakan bebek dengan model stang jepit, yang langsung melambung popularitasnya berkat larisnya motor ini digunakan berbagai tim balap pada akhir tahun 1980an. 

Tingginya permintaan konsumen akan motor ini membuat Suzuki terus memproduksi motor ini dan baru berhenti pada tahun 2002.

Suzuki Bravo

Motor 2 Tak Suzuki

Sejatinya Suzuki Bravo merupakan versi facelift daripada RC100, motor ini pertama kali dirilis pada tahun 1994 dan baru dihentikan produksinya pada tahun 2002.  Dalam rentang waktu produksi dari tahun 19894 hingga tahun 2002 menjadikan Suzuki RC series merupakan motor bebek dengan rentang waktu produksi terlama di Indonesia.

Suzuki Bravo menggotong mesin 2 tak, silinder tunggal berkapasitas 100 cc, Suzuki RC 100 diklaim mampu memberikan tenaga maksimal 8,1 tenaga kuda pada 6.500 RPM dan mampu mencapi topspeed 100 km/jam.

Salah satu motor bebek tercepat di kelasnya saat itu.

Suzuki Crystal

Motor 2 Tak Suzuki

Suzuki Crystal merupakan salah satu motor legendaris di Indonesia, dengan performa mesin yang responsif dan kencang menjadikan motor ini andalan dalam setiap kejuaraan balap roda dua di tanah air.

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990 silam, Suzuki Crystal merupakan penerus kejayaan Suzuki RC Series sekaligus salah satu generasi pertama motor bebek 110 cc di Indonesia. 

Suzuki Crystal memiliki design body yang lebih sporty dan compact. Lekukan tegas pada bagian sayap, kemudian design headlamp motor yang meruncing serta body terkesan menungging ini disambut positif oleh konsumen saat itu. 

Suzuki Crystal mengusung mesin 2 tak berkubikasi 109 cc, berpendingin udara dan mengusung teknologi Jet Cooled. Mesin motor ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 12 PS pada 7.500 RPM  serta mampu mencapai top speed 120 km jam. 

Dengan bekal mesin yang powerful tersebut, tak ayal Crystal menjadi idaman anak-anak muda 1990an. Bahkan motor ini langganan tim-tim balap tanah air untuk berlaga di ajang road race nasional.

Suzuki TS125

Motor 2 Tak Suzuki

Motor 2 Tak Suzuki tidak hanya terpusat pada motor bebek dan sport, Suzuki juga memiliki TS 125 yang merupakan enduro bike untuk merebut hati para bikers Indonesia. 

Mulai diproduksi dan dipasarkan di Indonesia pada 1993, motor ini berhenti produksi pada 2005 karena masalah emisi gas buang. Suzuki TS 125 yang dipasarkan di Indonesia saat itu dianggap sebagai model paling sempurna dari varian sebelumnya yang hanya beredar di Jepang dan Amerika saja. 

Suzuki TS 125 Indonesia memiliki suspensi depan lebih tinggi dan dipadukan dengan monoshock yang memberikan keseimbangan yang lebih baik. Dengan bobot hanya 105 kg dan jarak tempat duduk ke tanah setinggi 235 mm motor ini ideal untuk tubuh pengendara Indonesia dalam melibas medan grasstrack. 

Untuk sektor mesin, Suzuki TS 125 mengusung mesin 2 tak, satu silinder, berkubikasi 123 cc, reed valve. Dengan diameter x langkah 56 mm x 50 mm, mesin motor ini mampu menghasilkan tenaga 13 tenaga kuda pada 7.000 rpm dan torsi maksimum 9,8 ft-lbs pada 6.500 rpm.

Gahar bukan?

Suzuki Tornado

Motor 2 Tak Suzuki

Suzuki Tornado merupakan penerus kejayaan Suzuki Crystal, motor ini pertama kali diperkenalkan di pasar Indonesia pada tahun 1994. Saat itu Suzuki Tornado merupakan motor yang mengawali peralihan motor dengan body kit yang modern.

Tornado menggunakan body kit plastik dengan design membulat dengan beberapa aksen lekukan dan livery yang sporty. Perbedaan lainnya dengan Crystal adalah dimensi motor yang lebih besar. 

Untuk masalah dapur pacu, Suzuki Tornado masih mengusung mesin 2 tak berkapasitas 110 cc yang identik dengan Suzuki Crystal. 

Dengan design body modern, serta dukungan mesin Jet Cooled yang powerful kala itu membuat motor ini menjadi incaran anak-anak muda. Terlebih kesuksesan motor ini pada ajang balap nasional saat itu semakin meningkatkan animo masyarakat pada motor ini. 

Suzuki Satria Series

Motor 2 Tak Suzuki

Motor 2 Tak Suzuki lainnya yang melegenda di Indonesia adalah Suzuki Satria 120 R. Saat pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997, Suzuki Satria 120 R sukses merebut hati anak-anak muda saat itu. 

Design body yang membulat, footstep underbone dan mesin 2 berkapasitas 120 cc yang tegak menjadikan motor ini terlihat sangat sporty. 

Tidak hanya tampilan, Mesin motor ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 13,5 PS pada 8.000 RPM dan torsi maksimum 13,2 Nm. 

Sama seperti motor bebek 2 tak Suzuki lainnya, Satria 120 R juga meraih kesuksesan karena citra Suzuki yang cepat dan rajin menjuarai ajang balap motor nasional.

Suzuki RGR 150

Motor 2 Tak Suzuki

Suzuki RGR 150 merupakan varian motor sport full fairing dari Suzuki. Pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1990an guna membendung popularitas Yamaha RX Series yang seolah tanpa lawan saat itu. 

Saat pertama kali muncul ke publik, RGR 150 langsung menyedot perhatian pencinta otomotif di Indonesia. Design fairing yang tajam, dengan pelidung mesin yang terpisah dari sayap atas menjadikannya terlihat lebih sporty dan lebih cepat. Selain itu, suspensi belakang motor ini telah menggunakan monoshock, menegaskan kesan sporty motor ini.

Selain soal design, Suzuki RGR 150 mengusung mesin 2 tak berkapasitas 150 cc, lebih besar dibandingkan Yamaha RX series yang hanya 135 cc. Bahkan motor ini pernah menyandang sebagai motor tercepat di Indonesia. 

Mesin Suzuki RGR 150 juga padat akan teknologi, motor ini telah mengusung teknologi SIPC (Suzuki Intake Pulse Control) yang berperan mengatur masuknya bahan bakar sesuai dengan kebutuhan mesin, kemudian ada juga SSS (Suzuki Super Scavenging System) yang bertugas menyuplai asupan udara lebih besar saat mesin dipacu dalam rpm tinggi.

Suzuki RK Cool

Motor 2 Tak Suzuki

Suzuki RK Cool merupakan generasi terakhir motor 2 tak Suzuki di Indonesia. Didatangkan secara Completely Built Up (CBU) dari Thailand, motor ini bersaing ketat dengan Honda Nova Dash dan Yamaha Tiara dalam merebut pasar motor ayam jago di Indonesia pada awal tahun 200an. 

Design body Suzuki RK Cool tergolong mungil nan elegan, motor ini mengusung mesin 2 tak berkapasitas 110 cc berpendingin udara dengan konstruksi mesin tegak. Mesin motor ini memiliki konfigurasi diameter x langkah 52,5 mm x 50,5 mm dengan bahan bakar diatur oleh karbu Mikuni VM 17.

Klaim Suzuki saat itu, motor ini dalam kondisi standard pabrikan dapat mencapai kecepatan maksimum 120 km / jam. 

Demikian pembahasan mengenai Sejarah Motor 2 Tak Suzuki yang pernah menjadi primadona di Indonesia, sampai jumpa pada artikel-artikel kami selanjutnya.

Tinggalkan Balasan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *