Tata Cara Sholat Sunnah Mutlak

Melaksanakan sholat merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Ada 5 sholat fardhu yang wajib untuk dikerjakan, yakni shubuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya’.

Selain harus mengerjakan sholat fardhu, umat muslim juga dianjurkan untuk mengerjakan sholat sunnah lainnya sebagai penyempurna ibadah. Salah satu sholat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan ialah Sholat Sunnah Mutlak.

Pengertian Sholat Sunnah Mutlak

Seperti yang dilansir dari Dakwahdaily.com, Sholat Sunnah Mutlak ialah sholat sunnah yang dilakukan tanpa adanya sebab apapun serta tidak dibatasi oleh waktu, kecuali pada beberapa waktu yang dilarang untuk mengerjakan sholat.

Nah, waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan sholat ini ialah sebagai berikut:

  1. Waktu setelah sholat shubuh.
  2. Pada saat matahari terbit sampai dengan naik setengah.
  3. Saat matahari tepat berada di puncaknya sampai dengan ia mulai condong.
  4. Waktu setelah ashar sampai dengan terbenamnya matahari.
  5. Pada saat matahari terbenam sampai dengan terbenam dengan sempurna.

Sholat sunnah ini dikerjakan sebanyak dua rakaat ataupun tak terbatas. Dapat dikerjakan dengan masing-masing dua rakaat salam, atau juga bisa dikerjakan dengan 4 rakaat dengan satu kali salam.

Hukum Sholat Sunnah Mutlak

Bagaimana dengan hukum Sholat Sunnah Mutlak itu sendiri? Hukumnya ialah dianjurkan untuk banyak dilakukan dalam setiap waktunya. Baik itu pagi, siang atau malam, kecuali pada waktu-waktu tertentu yang dilarang untuk mengerjakan sholat.

Firman Allah SWT pada surat As-Sadah ayat 16, “Punggung-punggung mereka jauh dari tempat tidur, karena beribadah kepada Allah, dengan penuh rasa takut dan rasa harap. Mereka juga menginfakkan sebagian dari rezeki yang Aku berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah: 16).

Tata Cara Sholat Sunnah Mutlak

Dalam mengerjakan sholat sunnah ini tentunya dimulai dengan membaca niat. Yang mana, niat tersebut boleh dilafadzkan dengan mulut atau hanya dibaca di dalam hati saja. Berikut lafadz niat Sholat Sunnah Mutlak.

اُصَلِّى سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالٰى

Usholli sunnatan rok’ataini lillahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Nah, setelah Anda membaca niat tersebut, maka dilanjutkan dengan sholat dua rakaat seperti sholat sunnah pada umumnya.

  1. Membaca takbiratul ihrom.
  2. Membaca do’a iftitah.

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ عَلَى مِلَّةِ إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِين

Allahu Akbar kabiira walhamdu lillahi katsiran wa subhaanallahi bukratan wa ashiila. Ini wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawati wal ardha haniifan wa maa ana min al-musyrikin. Inna shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lillahi rabbi al-‘aalamin. Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa anaa min al-muslimiin.

Artinya: “Allah yang Maha Besar sebesar-besarnya, dan segala puji yang banyak hanya kepada Allah dan maha Suci Allah baik di waktu pagi maupun petang. Sesungguhnya aku hadapkan diriku kepada yang menciptakan seluruh langit dan bumi, dengan lurus mengikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim AS dan aku bukanlah kelompok orang-orang yang menyekutukan Allah. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan dengan keyakinan itulah aku diperintahkan dan aku termasuk ke dalam kelompok yang berserah diri.”

  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca surat yang ada di Al-Qur’an ( bisa dilakukan bisa juga tidak).
  • Ruku’ dengan tuma’ninah.
  • I’tidal dengan tuma’ninah.
  • Sujud pertama dengan tuma’ninah.
  • Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah.
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah dan berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua.
  • Tahiyat akhir, kemudian diakhiri dengan salam.

Do’a Sholat Sunnah Mutlak

Tidak ada do’a khusus untuk Sholat Sunnah Mutlak itu sendiri. Namun, Anda bisa banyak berdo’a kepada Allah SWT tentang hajat yang ingin dikabulkan.

Jangan lupa pula untuk berdo’a agar mendapatkan syafaat di hari akhir dan dimasukkan ke dalam surga bersama orang-orang sholeh.

Keutamaan Sholat Sunnah Mutlak

Sama halnya seperti Sholat Sunah Safar, keutamaan dari sholat sunnah yang satu ini juga sangat baik. Diceritakan dari Rabi’ah bin Ka’b al-Aslami r.a, beliau berkata:

“Aku pernah tidur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku layani beliau dengan menyiapkan air wudhu beliau dan kebutuhan beliau. Setelah usai, beliau bersabda, “Mintalah sesuatu.” Aku menjawab, “Aku ingin bisa bersama Anda di surga.” Beliau bersabda, “Yang selain itu?” “Hanya itu.” Kataku. Setelah itu, beliau Nabi SAW bersabda,

فَأعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

Artinya: “Jika demikian, bantulah aku untuk mewujudkan harapanmu dengan memperbanyak sujud.” (HR. Muslim).

Tak hanya cukup sampai disitu saja, bahkan keutamaan dari Sholat Sunnah Mutlak ini juga dijelaskan pada hadits lain yang berasal dari Ma’dan bin Abi Thalhah al-Ya’mari, beliau berkata:

“Saya pernah bertemu Tsauban, budak yang dibebaskan oleh Rasulullah SAW. Aku pun bertanya kepadanya, “Tolong ceritakan kepadaku, amalan apa yang bisa menjadi sebab allah memasukkanmu ke dalam surga? Dalam riwayat lain: “Sampaikan kepadaku amalan yang paling dicintai Allah? Tsaubah pun terdiam. Kemudian aku mengulangi pertanyaanku sebanyak tiga kali. Setelah itu, beliau menjawab, “Aku pernah menanyakan hal itu kepada Rasulullah SAW. Dan beliau menjawab:

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ، فَإِنَّكَ لا تَسْجُدُ، سَجْدَةً إِلا رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

Artinya: “Perbanyaklah bersujud. Karena tidaklah kamu bersujud sekali, kecuali Allah akan mengangkat satu derajat untukmu dan menghapus satu kesalahan darimu.” (HR. Muslim).

Ada pula riwayat lain yang disebutkan oleh Imam Al-Ghazalli di dalam kitab Ihya Ulumiddin, yakni sebagai berikut:

قال أنس قال النبي صلى الله عليه وسلم من صلى ليلة الجمعة صلاة العشاء الآخرة في جماعة وصلى ركعتي السنة ثم صلى بعدهما عشر ركعات قرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب وقل هو الله أحد والمعوذتين مرة مرة ثم أوتر بثلاث ركعات ونام على جنبه الأيمن وجهه إلى القبلة فكأنما أحيا ليلة القدر

Anas bin Malik berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa melaksanakan sholat isya’ pada malam jum’at secara berjamaah, lalu melaksanakan sholat ba’diyah dua rakaat. Kemudian setelah sholat dua rakaat ba’diyah tersebut melaksanakan sholat sebanyak sepuluh rakaat, pada masing-masing rakaat membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas masing-masing satu kali, kemudian melaksanakan sholat witir tiga rakaat dan dia tidur dengan miring pada bahu sebelah kanan dan menghadapkan wajahnya pada kiblat, maka dia seakan-akan telah menghidupkan malam lailatul qadar.’

Dari beberapa hadits yang telah dijelaskan tersebut, bahwa keutaaman dari Sholat Sunnah Mutlak ini sangatlah penting.

Jadi, sebagai hamba Allah yang taat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menganjurkan untuk lebih banyak bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Selain bisa meningkatkan takwa, dengan banyak beribadah maka insyaAllah, Allah akan menjamin surga yang indah di akhirat kelak.

Selain melaksanakan Sholat Sunnah Mutlak ini, jangan lupa juga untuk melaksanakan Sholat Sunnah Rawatib yang juga memiliki banyak sekali keutamaan dan bisa menjadi penyempurna sholat fardhu Anda.

Tinggalkan Balasan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *